At the end saya join di perusahaan startup asal Hongkong, it was so thrilling heuheuheu....
#jumatberkah
Lanjutan dari wawancara pertama, ternyata saya lolos tahap 1 interview bahasa Inggris, padahal sempet ragu karena kata kata "as a company" itu. Tapi alhamdulillah ternyata lanjut. Di tahap ini saya diberikan soal studi kasus yang akan terjadi di perusahaan jika saya diterima bekerja, hanya 4 soal saja namun cukup menantang, terutama di bagian analisis order. Dengan sedikit pengalamanku bekerja di perusahaan logistik aku jawab semua pertanyaan berdasarkan apa yang pernah ku alami, namun untuk analisis aku cukup kesulitan karena terdapata banyak variabel, meski begitu tetap kuselesaikan semua soal sebelum waktu berakhir, bahkan tepat deadline nya Tuesday, January 31, 2023, at 11.59 pm (midnight).
Kukirim email balasan itu tepat dengan waktu deadline. heuheuhue
Kira2 berikut jawaban studi kasus saya, dari segi desain berani di adu meski isi gak tahu ye berbobot apa engga.. heuheuheu
Alhamdulillah setelah beberapa kali mengirim lamaran, akhirnya ada panggilan interview dari perusahaan asing, karena saking senengnya saya gak baca emailnya dengan teliti. Alhasil saya gak tahu bahwasanya interview ini dilakukan dengan bahasa Inggris, hadeee. Waktu itu ku sudah menyiapkan semua pertayaan dan jawaban serta berlatih untuk memperlancar dari awal pengenalan diri sampai penutup, tapi semua itu dalam bahasa Indonesia, karena tadi aku ga baca email. heuheu. Awal ku tahu wawancara ini dalam bahasa Inggris ketika awal meet goolge dan pewawancara memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris, langsung makjlebb mak deg, ah kujawab aja semua pertanyaan dalam bahasa Inggris, bahkan sampai aku gak sengaja cerita panjang soal pengalamanku bekerja di perusahaan logsitik lima tahun terakhir. Yang awalnya tidak kupersiapkan justru malah lancar-lancar aja wawancara dalam bahasa Inggris ini, namun ada 1 kesalahan yang kuingat, yakni ketika aku ditanya berapa sallary yang diinginkan, tadinya ingin kujawan "according to company policy" tapi yang keluar malah kata "as a company aa...a.... regulation" yah karena sedikit gugup juga sih waktu itu. Mungkin yang mewawancari orangnya juga ngerti kalau aku lagi gugup. Terlepas itu semua wawancara pertama ini lancar meski tanpa persiapan dalam bahasa Inggris.







