Sedari kecil aku dididik agama oleh ibuk dan bapakku secara kuat dengan aqidah dan akhlaq, berbeda jika dipondok diajarkan ilmu-ilmu dasarnya dalil2 dsb.. tapi di lingkungan keluarga yang diajarkan adalah implementasi sehari-hari.
Kalau Ibuku seringnya mengingatkan dan berpesan padaku tentang Syariat yang lebih mengarah ke ibadah dan dzikrullah (emut). Sedangkan bapakku mengajarkanku tentang Muamalah, meskipun muamalah sendiri juga termasuk kedalam syareat, namun yang ditekankan adalah kebermanfaatan bagi sesama, anfaukum linnas (kalau di dalam hadits anfauhum linnas, untuk memahaminya harus belaajar nahwu sorof dulu ya hhe..).
Tidak hanya berpesan semata, ibuku dan bapakku telah memberikan contoh kepadaku dan kakakku. Ibuku memberi contoh ketekunan dan istiqomah dalam beribadah, dan bapakku adalah orang yang penderma suka menolong orang lain, karena pekerjaan bapak adalah seorang perangkat desa yang menggunakan jabatannya untuk membantu warganya. Bapak pernah bilang tidak penting untuk menjadi orang penting (pejabat) tapi penting untuk menjadi orang yang bermanfaat, masih kuingat dawuh beliau itu.
Menjadi dewasa (sikap) itu sulit, tumbuh dewasa (usia) itu juga berat. Saat ini adalah usia2 krusial bagiku, dimana ku dihadapkan dengan pilihan2 yang membuat gelisah. Pengennya tetep berkarir ikut perusahaan biar bisa membahagiakan orang tua coz salary jelas, tapi sudah jenuh sendiri dengan kerjaan, pengennya resign tapi usaha belum begitu moncer, pengennya nikah aja tapi masih punya tanggungan orang tua, ditambah lagi kuliah yang belum kelar juga.
Kalo kepengenan selalu dituruti tdk akan ada habisnya, karena pengennya banyak. Tapi harus bersyukur alkamdulillah cita2 satu persatu bisa diwujudkan, kuncinya sabar, ikhtiar n tawakal.
Biasanya masalah sebesar apapun tak pernah buatku gelisah ataupun gentar, bahkan bisa kulalui dengan selow apa adanya, hanya saja kali ini masalah kedewasaan dari sisi usia, yang membuatku berhadapkan dengan pilihan2 yang harus diambil dengan segala risikonya. Dilema betul mengahadapi premis2 kehidupan ini..wkwk
Salah seorang sohibku yg josh, Mughni allamongi.. hari ini hangout bareng, kebetulan dia lagi ada proyek di kota Semarang, bangun tower jaringan komunikasi dari perusahannya.. Kalau ada sohib2 ku yang lagi beredar disekitaranku pasti akan ku jumpai, untuk menjalin silaturahmi..
Banyak sekali kuceritakan sama dia, jalan hidupku yang fluktuatif ini, dari posisi 0 awal kumelangkah hingga kehidupanku sekarang.. tapi gak seserius itu aku bercerita, karena aku lebih suka guyon dan bersenang hati, ketimbang harus sepaneng..
Kukira banyak persamaanku dengan dia, kami ini sama2 orang NU, dari perguruan pencak silat yang sama, PN.. sama2 pernah jadi ketua osis hhe.. juga mantan anak pramuka, aku berjaya di jambore dia berjaya di raimuna.. Kami sama2 hidup dari kalangan agamis, namun aku belum pernah mengenal bagaimana dan seperti apa keluarganya..
Suatu saat jika sama2 sukses menjalani hidup di dunia fana ini, kami akan berjumpa lagi di kota ini..
Sopir Truk & Tukang Tower 😎😎








